Kuasa nama Tuhan

The Power of the name of God

Ulangan 5:11

Pada edisi Acts kali ini kita akan lebih lanjut mendiskusikan 10 perintah Allah.  Kehidupan kita akan menjadi lebih baik jika kita menghormati kesepuluh perintah ini. 10 perintah ini menuturkan hubungan dengan Tuhan dan juga dengan sesama. 4 perintah pertama merupakan hubungan kita dengan Tuhan dan 6 perintah lainnya adalah hubungan kita dengan sesama.  Edisi kali ini kita akan mendiskusikan perintah ketiga: Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan.

Nama merupakan bagian yang penting dalam kehidupan seseorang.  Oleh sebab itu kebanyakan orang tua, memikirkan dengan sangat dalam saat mereka memberi nama kepada anaknya. Mereka berdoa agar anaknya dapat terjadi sesuai dengan nama yang diberikan. Seseorang akan kehilangan identitas mereka jika mereka lupa siapa nama mereka dan orang akan merasa tidak special jika nama mereka tidak unik.  Dalam kitab Ulangan 5:11 Nama dalam bahasa aslinya  ini juga bisa diterjemahkan sebagai gelar atau title dan juga bisa diterjemahkan sebagai sesuatu yang memberikan kehormatan dan authoritas.  Orang didunia yang memiliki gelar akan dihormati oleh orang lagi.  Seseorang yang mengemban gelar PhD, bekerja dan mendedikasikan kehidupannya untuk sebuah research dan dia dihormati dengan gelar Doktor. Dan jika orang tersebut telah memiliki nama di profesinya maka dia akan diberi gelar Professor. Tuhan kita memiliki nama dan dalam nama Dia ada kuasa dan authoritas, jika kita pakai nama Tuhan dengan sembarangan, itu berarti kita tidak menghormati Tuhan dan tidak menghargai karya yang dia lakukan dalam kehidupan manusia.

Dengan nama kita juga bisa menditeksi juga hubungan antar 2 manusia.  Jika seseorang pria memangil “honey” kepada seorang wanita kita bisa menduka mereka adalah sepasang suami istri.  Jika kita tahu nama seseorang namun dia dipangil si “botak”, kita tahu bahwa itu bukan nama aslinya, kita bisa menduga bahwa hubungan antara kedua orang itu sangat dekat sehingga mereka bisa memanggil dengan nama akrab.  Sebaliknya jika kita masih memanggil penuh dengan kesopanan kita bisa menduga bahwa kedua orang tersebut pasti saling menghormati.

Tuhan memerintahkan agar kita tidak memakai nama Beliau dengan sembarangan. Sebelum kita mendiskusikan mengapa Tuhan memberikan perintah ini, kita harus mengerti sikap yang seperti apa yang memakai nama Tuhan dengan sembarangan. Kata sembarangan di ayat ini bisa berarti “untuk maksud berbohong”.  Maksudnya, jika kita berdoa dalam nama Yesus atau kita mengaminkan doa itu, tapi dalam hati kita tidak setuju, kita telah memakai nama Tuhan sembarangan.  Kita harus berhati-hati dalam memakai nama Tuhan.  Ayat ini juga bisa berarti “sia-sia”. Di zaman sekarang ini terutama di kebudayaan barat, nama Yesus sering dipakai dalam sumpah serapah.  Kita harus menjaga mulut kita untuk tidak memakai namaNya dengan sia-sia.

Dalam kita Ulangan jelas firman Tuhan mengatakah bahwa Orang yang memakai nama Tuhan dengan sembarangan, mereka adalah orang yang bersalah/berdosa.  Apakah Tuhan kita gila gelar sehingga NamaNya tidak boleh diutik-utik?  Atau Tuhan kita ini terlalu gampang tersinggung sehingga NamaNya tidak boleh dimain-main?  Saya yakin alasan perintah ini tidak sesederhana ini. Nama Tuhan menunjukkan hubungan kita dengan Tuhan.  Jika kita memakai nama Tuhan dengan sia-sia, itu bisa berarti ada masalah besar dengan hubungan kita dengan Tuhan.

Dalam perjanjian baru nama Tuhan memiliki tempat yang penting dalam kehidupan jemaat kristiani.  Paulus sering memakai nama Tuhan dalam suratnya, terutama saat dia sedang memberikan penekanan pada ajaran dia.  Dari surat-surat Paulus serta kitab injil, kita dapat mempelajari bahwa nama Tuhan kita memiliki kuasa yang luar biasa.  Nama Tuhan kita dapat memberikan keselamatan Kis 2:21, Rm 10:13.  Oleh nama Tuhan kita, kita juga dibenarkan 1 Cor 6:11 dan siapa yang datang dalam nama Tuhan mereka akan diberkati Mat 23:39.  Saat kita hormati nama Tuhan kita, kita menunjukkan hormat kita dengan Tuhan kita. Saat kita bela nama Tuhan kita, kita bela kehormatan Dia.  Dalam nama Tuhan kita akan beroleh berkat dan keselamatan. Pertanyaan yang penting apakah kita sering menyia-nyiakan nama Tuhan atau kita junjung tinggi, kita hormati dan kita sebarkan karena dalam nama Dia ada kuasa yang bisa menyelamatkan dunia ini.  Para rasul serta jemaat kristiani di jaman perjanjian baru serta jemaat kristiani di sejarah penyeberan kekristenan telah banyak berkorban untuk membawa dan memuliakan nama Tuhan kita, bagaimanakah dengan kita? Marilah kita bersama memuliakanlan Nama Tuhan kita.

Author – Lukman Setiawan